Pada tahun ke-4, tahun 1999, saya merasa jenuh dengan rutinitas kuliah yang begitu-begitu saja. Mulailah sifat kemanusiaan saya muncul yaitu ‘malas’. Saat itu saya mulai malas-malasan ke kampus dan lebih sering meluangkan waktu bersama teman-teman se-”tongkrongan” dekat rumah. Sampai akhirnya pada semester berikutnya saya juga merasakan bahwa orang tua sedang dalam kesulitan ekonomi yang mendalam yang membuat saya mengambil keputusan untuk cuti selama satu semester untuk meminimalisir pengeluaran.
Saat itulah saya ‘menemukan’ Continue Reading »
Share



