February 5th, 2009 at 12:06 am
Undangan untuk Para Alumni SMPN 109 angkatan 1989- 1992:
Akan diadakan Reuni Angkatan 1992 pada hari Minggu, tanggal 1 Maret 2009. Tempat di: URBAN KITCHEN, Senayan City lantai 5, dengan Dress Code “white top (atasan putih”.
Untuk keperluan acara reuni tersebut,peserta yang akan hadir dimohon untuk transfer uang Rp50.000/orang,yang nantinya akan … Read Moreditukar dengan voucher untuk membeli makan & minum ybs disana. Kalau ada peserta yang akan membawa suami/istri/anak, tinggal dikalikan saja berapa orang yang akan hadir.
Uang ditransfer ke Rekening BCA 0350877339 a/n Maya Kania. Untuk konfirmasi pembayaran,telp Maya di 081280550288 atau fax bukti pembayaran ke 021-5203106.
Untuk keterangan lebih lanjut, silakan menghubungi nomor2 ini;
Nina – 081932564525 / esia 99696881
Soraya – 081380155611
Guntur – 081319423499
Mohon berita ini diteruskan kepada para alumni lain yang dikenal. Terima kasih, cu on the reunion
Share
Comments Off
January 6th, 2009 at 10:15 pm
Pada tahun ke-4, tahun 1999, saya merasa jenuh dengan rutinitas kuliah yang begitu-begitu saja. Mulailah sifat kemanusiaan saya muncul yaitu ‘malas’. Saat itu saya mulai malas-malasan ke kampus dan lebih sering meluangkan waktu bersama teman-teman se-”tongkrongan” dekat rumah. Sampai akhirnya pada semester berikutnya saya juga merasakan bahwa orang tua sedang dalam kesulitan ekonomi yang mendalam yang membuat saya mengambil keputusan untuk cuti selama satu semester untuk meminimalisir pengeluaran.
Saat itulah saya ‘menemukan’ Continue Reading »
Share
January 1st, 2009 at 12:53 am
January 1st, 2009 at 12:47 am
July 2nd, 2008 at 1:36 pm
Yes! How great His love is to me!
Tiada henti²nya saya bersyukur kepada Tuhan, baik di rumah, kantor maupun di lingkungan sosial lainnya. Kenapa? Karena Tuhan Allah selalu saja membuat saya terkagum² akan perbuatan²-Nya yang ajaib. Tidak saja selalu baik, namun juga sering kali mengejutkan kita sebagai manusia yang memiliki keterbatasan², misalnya dalam hal kesabaran, nafsu, dan logika.
Cita² saya sebelum kuliah adalah menjadi seseorang yang berkecimpung dalam dunia penerbangan. Karena tinggi yang kurang memenuhi syarat serta berstatus sebagai anak tunggal untuk menjadi penerbang, saya berharap tetap dapat menjadi seorang teknisi pesawat terbang. Tapi saat saya mengikuti beberapa ujian di PLP Curug (sekolah penerbangan lokal), banyak sekali rintangan yang saya temui. Mulai dari teman saya yang harus kembali ke rumahnya dan tidak bisa menemani saya mengambil berkas registrasi sampai hujan yang begitu lebat dan tumbangnya sebuah pohon besar yang menutupi jalan menuju ke lokasi. Hasilnya? Continue Reading »
Share