Yes! How great His love is to me!
Tiada henti²nya saya bersyukur kepada Tuhan, baik di rumah, kantor maupun di lingkungan sosial lainnya. Kenapa? Karena Tuhan Allah selalu saja membuat saya terkagum² akan perbuatan²-Nya yang ajaib. Tidak saja selalu baik, namun juga sering kali mengejutkan kita sebagai manusia yang memiliki keterbatasan², misalnya dalam hal kesabaran, nafsu, dan logika.
Cita² saya sebelum kuliah adalah menjadi seseorang yang berkecimpung dalam dunia penerbangan. Karena tinggi yang kurang memenuhi syarat serta berstatus sebagai anak tunggal untuk menjadi penerbang, saya berharap tetap dapat menjadi seorang teknisi pesawat terbang. Tapi saat saya mengikuti beberapa ujian di PLP Curug (sekolah penerbangan lokal), banyak sekali rintangan yang saya temui. Mulai dari teman saya yang harus kembali ke rumahnya dan tidak bisa menemani saya mengambil berkas registrasi sampai hujan yang begitu lebat dan tumbangnya sebuah pohon besar yang menutupi jalan menuju ke lokasi. Hasilnya? Saya tidak lulus pada ujian tahap kedua.
Setelah itu teman saya yang sebelumnya berminat ke PLP Curug mengajak saya pergi ke Depok untuk mencoba mengikuti tes masuk STMIK (Sekolah Tinggi Ilmu Komputer, sekarang sudah menjadi Universitas) Gunadarma untuk jurusan Teknik Komputer. Ternyata hasilnya sangat memuaskan, Grade A. Artinya nilai ujian yang saya peroleh cukup tinggi yang membuat saya bisa masuk dengan biaya pendaftaran rendah.
Saat saya memutuskan untuk meneruskan pendidikan di Gunadarma, saya sempat bertanya ke pada Tuhan, “Apakah keputusan saya sudah benar mengingat saya tidak memiliki komputer?”. Kedua orang tua saya hanyalah orang biasa dengan pendapatan yang pas²an, jadi saya agak pesimis untuk berkeinginan memiliki komputer. Orang tua saya sempat berkata, “Jalani saja dulu, kalau memang Tuhan mau kamu di situ, nanti pasti ada jalan.” Sekitar dua semester saya mengikuti pendidikan di sana, saya memanfaatkan teman² saya yang tinggal di kos untuk ditumpangi. Ya! Numpang menggunakan komputer mereka (thx Fandry, Eko, etc).
Tapi beberapa teman saya ada yang berkomentar, “Kuliah komputer tapi tidak punya komputer sendiri? Sama saja berperang tidak menggunakan senjata!”. Tuhan Allah menjawab komentar mereka dengan cara yang unik. Suatu hari saya mendapat panggilan dari orang tua teman saya yang tinggalnya sekitar 100 meter dari rumah saya. Ternyata mereka mengalami masalah dengan komputernya dan meminta saya untuk mencoba memperbaikinya. Setelah berhasil memperbaiki, orang tua teman saya bertanya “Komputermu di rumah sama tidak dengan punya saya?”. “Saya tidak punya komputer di rumah, Tante,” jawab saya. “Lho tapi khan kuliahmu di komputer khan? Kalo gitu, nanti jika kamu butuh komputer untuk praktek atau belajar, ke sini saja yah, anggap ini komputermu juga.” Luar biasa! Saya tidak perlu lagi pulang malam karena harus mampir ke kos teman untuk menggunakan komputer karena ada yang lebih dekat. Akhirnya saya memiliki “senjata”! Tunggu, tidak hanya sampai di situ, tapi beberapa hari kemudian hal yang sama terjadi lagi tapi panggilan² terus berdatangan dari orang² yang berbeda. Semua melontarkan pertanyaan yang sama seperti orang tua teman saya dan akhirnya mereka juga memberi saran yang sama, yaitu saya boleh menggunakan komputer mereka untuk keperluan kuliah saya. Luar biasa! Saya benar² tidak menyangka bahwa saya bisa memiliki banyak sekali “senjata” yang bisa saya gunakan selama saya kuliah tanpa harus membelinya!
<=== bersambung ===>
Share


owhh.. mas dulu nya mau masuk PLP
mau jadi taruna yah
saya orang curug mas
tempat saya di belakang Rm. Makan Pondok Bambu Mas (di gardu)
sekarang di mana mas ¿
Hehe.. iyah dulunya sih… Tapi sekarang terjun ke dunia IT (waksz.. khan ceritaya blum selesai…)
Tom,
Sokur dalam usia muda kamu sdah bisa memahami keimanan, semua Tuhan yang mengatur, jadi kita tidak perlu was-was. Tugas kita adalah mensyukuri apa yang telah kita peroleh. Setiap kali ada musibahpun, jangan lupa mengucapkan PUJI TUHAN. Dan kamu akan menalami hikmah dibalik musibah apapun.
Semoga yang sedikit ini bermanfaat bagimu, semoga sukses berkarier
om Heru
Wah, baru ngeh nih, ternyata tempat tinggal kita deket. Saya di daerah Sumber Arta Kalimalang, mas… Masih update blog ngga nih?
Terima kasih Om.
Mudah-mudahan bisa sukses seperti Om, mohon restunya ya, Om.