Punya Tommy

2008/06/11 at 12:42 am

Bali… at last! (with pics)

in: Life

Akhirnya, setelah penantian yg cukup lama, saya mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Pulau Bali atau biasa disebut Pulau Dewata meskipun hanya dalam rangka pekerjaan.

Pesawat Boeing 737 yang saya tumpangi berangkat dari Bandara Sukarno-Hatta, hari Kamis, 5 Juni 2008, pukul 10.00 WIB, langsung menuju Bali. Selama mengudara, saya berencana untuk mengunjungi beberapa tempat wisata, setelah pekerjaan kantor selesai tentunya. Tapi di sisi lain saya juga berpikir betapa enaknya mengadakan perjalanan bisnis ke Bali dengan semua biaya ditanggung kantor. Sesampainya di bandara nanti akan ada kendaraan dari kantor yang akan mengantar saya ke hotel sebelum ke kantor, biaya penginapan di hotel juga akan ditanggung kantor, belum lagi akan mendapat tunjangan perjalanan dinas dari kantor, begitu pikir saya sepanjang perjalanan udara menuju Bali.

Waktu menunjukkan 11.15 WIB saat pesawat yang saya tumpangi mendarat di Bandara Ngurah Rai Denpasar. Segera saya ubah waktu yang ada di handphone dengan 1 jam lebih cepat, yaitu WITA. Tidak lupa saya juga saya mengirim sms ke sekretaris kantor cabang Bali mengenai kedatangan saya. “Touch down!“, begitu isi sms yang saya kirimkan.

Tidak lama kemudian handphone saya berdering, sang sekretaris yang bernama Mila menghubungi saya. “Pak Tommy, ternyata Bapak datangnya hari ini yah? Soalnya Osi (sekretaris lainnya) ingatnya bapak akan datang ke Bali besok…” Wah, gawat! Itu artinya saya harus menunggu kantor untuk mengirimkan mobil untuk menjemput saya di bandara yang membutuhkan waktu sekitar 1 jam lamanya. Hasilnya, saya terpaksa mencari tempat yang nyaman untuk menunggu dan memanfaatkan fasilitas hot spot guna mengakses internet dalam rangka membunuh waktu.

Itulah kejutan pertama yang saya temukan di Bali, kejutan berikutnya adalah hal yang lupa saya perhitungkan saat saya akan berangkat dari Jakarta yaitu kamera. Ya! Saya lupa membawa (baca=meminjam) kamera digital dari kantor. Tentu saja hal ini membuat saya sedikit kecewa karena meskipun saya masih memiliki handphone (yang memiliki resolusi hanya 1,3Mpx), pasti akan ada banyak hal yang tidak akan terekam dengan baik saat akan mengunjungi beberapa lokasi wisata di sana.

Di hari kedua saya menemui kejutan berikutnya, bertemu dengan Evi, yaitu rekan kerja dari Jakarta. Lho? Apa istimewanya bertemu dengan rekan kerja? Ternyata dia mengajak saya bersama-sama mengunjungi beberapa lokasi wisata dan… dia membawa 2(dua) buah camera digital! Senangnya, ternyata Tuhan masih memberikan apa yang saya butuhkan tepat pada waktunya.

Salah satu dari sekian banyak hal yang membuat saya sangat bahagia adalah memiliki kesempatan untuk bertemu dengan sepupu saya yang sudah sangat lama tidak bertemu. Mba’ Yus, demikian saya memanggilnya. Di hari ketiga, yaitu sabtu malam, saya memutuskan untuk keluar dari hotel dan tinggal bersama Mba’ Yus. Di sana saya memuaskan hati bercerita berbagai hal dengan beliau, tentang semua hal. Ya! Semuanya! Sambutan hangat dari suami dan kedua putranya menambah kepuasan saya untuk tinggal bersamanya.

Di hari berikutnya, saya dijemput oleh Evi dan rekan-rekan kerja dari Bali, yaitu Echa, Dwi Yanti dan Markonah (nama samaran Mariyani) untuk mengadakan perjalanan ke beberapa lokasi wisata. Tempat yang pertama kami kunjungi adalah Danau [....] yang ada di Bedugul. Cuaca di sana Cuaca di danau ini ternyata cukup dingin dan sejuk karena danau ini berada di dataran tinggi. Di sana kami memuaskan diri untuk mengabadikan foto dengan berbagai latar belakang dan berbagai pose. Hal ini juga kami lakukan pada lokasi berikutnya yaitu Tanah Lot.

Di Tanah Lot, kami menemukan banyak sekali pemandangan unik yang bisa kami jadikan sebagai latar belakang, termasuk hempasan ombak! Evi sangat beruntung saat saya ambil fotonya dengan latar belakang ombak yang menghempas batu karang. Dia tampak sedang menatap hempasan ombak! Walaupun sebenarnya ia segera berlari saat mengetahui ada hempasan ombak yang cukup keras mendekatinya.

Lokasi wisata berikutnya adalah GWK (Garuda Wisnu Kencana). Di lokasi ini kami merasa sangat beruntung sebab ternyata saat setelah kami datang pertunjukan sendra tari (kolaborasi) baru saja akan dimulai. Saya tidak melewatkan hal ini dengan sia-sia, segera saya mengabadikan pertunjukan tersebut menggunakan perekam dari handphone saya dari awal hingga akhir dari pertunjukan.

By the way, selain bisa mengunjungi beberapa lokasi wisata, ada satu hal yang sangat menarik yang tidak akan saya lupakan. Setelah mencoba “nitip” oleh-oleh dari rekan-rekan yang berkunjung ke Bali, akhirnya saya menemukan sendiri patung ” Jatayu “, yaitu burung garuda yang menyelamatkan Dewi Shinta dari cengkeraman Rahwana dalam cerita Ramayana. Wah puas sekali rasanya mendapatkan patung yang berukuran sedang tersebut, sebab banyak rekan saya yang tidak mendapatkannya pada saat mereka mengunjungi Pulau Dewata. Mungkin bisa dibilang jika saya juga tidak bisa menemukannya, maka perjalanan saya akan terasa tidak lengkap.

Minggu, 8 Juni 2008, pukul 22.00 WITA, waktunya meninggalkan Pulau Dewata dengan kesan perjumpaan pertama yang luar biasa. Saya yakin siapapun pasti akan tertarik untuk kembali lagi jika sudah pernah melancong ke sana.

Well, semua terasa sempurna, kesempatan indah yang diberikan Tuhan sangat sarat dengan hal-hal yang membuat saya bahagia. Saya masih berharap akan ada kesempatan berikutnya untuk kembali lagi, tapi hanya untuk berlibur!

Terima kasih Tuhan atas kesempatan ini. THOU is THE BEST !!!

Share

 

RSS feed for comments on this post | TrackBack URI

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

  •  
  • ShoutBox

    Last Message 1 day, 16 hours ago
    • Tommy : Sabar....
    • Tommy : Sorry for now, hope soon you can register and post shoutings here :cool:
    • Tommy : Registration is temporary not available at the moment..
    • Tommy : 3... Reset Completed!
    • Tommy : 3...
    • Tommy : 2...
    • Tommy : 1....

    You must be a registered user to participate in this chat

  •  
  •  
  •