Dua hari yang lalu ibu mendadak sakit pada bagian perutnya karena (kemungkinan) salah makan. Diare dan disertai panas yg sangat tinggi pagi harinya. Tapi siangnya mulai membaik dan membaik. Keesokan harinya, walaupun kondisi ibu jauh lebih baik, kami memutuskan untuk tetap pergi ke dokter. Biasanya, ibu periksa rutin setiap hari senin atau rabu pertama tiap bulannya di RS Cikini. Tapi karena kali ini sempat cukup parah sakitnya, kami tetap ke dokter walaupun belum waktunya.
Karena penyakit maag ibu sudah cukup kronis, kami tidak berani untuk berganti dokter, dan mendapatkan dokter langganan (Prof. Markum) buka praktek hari ini di RS. MMC. Setelah mendaftarkan diri untuk pertama kalinya di rumah sakit ini, kami diberitahu bahwa biaya jasa pemeriksaannya adalah sebesar Rp.200rb. Ibu langsung berpikiran, “Wah, mahal juga yah, ongkos taksi pulang pegi bisa seratus ribu lebih, tambah biaya jasa dua ratus ribu, belum lagi biaya obat yang yang harus dibeli…”. Tapi saya bilang, “Demi kesehatan ibu, uang segitu bukan apa². Kesehatan lebih penting, Bu”.
Berangkat ke RS MMC dengan taksi burung biru, ongkos yang harus kami keluarkan adalah sebesar Rp.65rb, tapi saya bayarkan Rp.75rb. Ibu bertanya, “Berapa, Tom?”. “enam puluh lima ribu tapi saya bayar tujuh puluh lima ribu”, jawab saya. “Wah, lebih dong ya bayarnya?”. “Sudah sewajarnya koq, lagipula supirnya sopan dan bawaannya ‘halus’. Lagipula, kalau kita tidak pelit terhadap orang, Tuhan juga tidak akan pelit terhadap kita.” Ibu hanya tertawa kecil tanda mengiyakan.
Setelah ibu selesai diperiksa, ternyata yang harus dibayarkan adalah Rp.60rb saja! Lho? Ternyata pada biaya jasa pemeriksaan yang harusnya Rp.200rb menjadi Rp.0,- .. Gratis! Puji Tuhan! Ibu berkata, “Ternyata kamu memberi lebih Rp.10rb lalu mendapatkan bonus jasa pemeriksaan gratis alias diskon Rp.200rb. Puji Tuhan, Tom…”
Luar biasa benar cara Tuhan mengasihi anak²-Nya. Lagi² kami menerima berkat Tuhan dengan cara yang tidak terduga. Terima kasih Tuhan, terima kasih Prof.Markum.
Share

